Tujuh langkah impor garam
- 01
Tetapkan spesifikasi dan syarat iodisasi negara tujuan
Tuliskan bentuk produk (krosok, halus, atau powder), ukuran (grade K1 sampai K3 atau Mesh 16 sampai 26), format kemasan, dan apakah garam untuk pasar Anda wajib beryodium serta berapa kadarnya. Aturan iodisasi berbeda antarnegara, lihat kadar yodium. Untuk Malaysia, garam konsumsi wajib beryodium, lihat halaman Malaysia.
- 02
Kirim permintaan penawaran
Cantumkan volume per pengiriman dan per bulan, pelabuhan tujuan, Incoterm yang diinginkan, dokumen yang diperlukan, dan apakah Anda butuh kemasan private label. RFQ yang lengkap memungkinkan penawaran tanpa banyak putaran tanya jawab. Gunakan formulir RFQ ekspor.
- 03
Periksa sampel dan COA
Minta sampel SKU yang persis sama beserta sertifikat analisisnya. Bandingkan COA dengan spesifikasi Anda dan, untuk penggunaan pangan, dengan standar nasional Anda. Bila perlu, uji sampel di laboratorium sendiri atau laboratorium independen.
- 04
Sepakati Incoterm, syarat pembayaran, dan dokumen
Tetapkan FOB, CFR, atau CIF, metode pembayaran, toleransi kuantitas, dan daftar dokumen lengkap dalam kontrak atau proforma invoice. Tanyakan ke customs broker Anda formulir surat keterangan asal mana yang memberi tarif preferensi, misalnya Form D berdasarkan ATIGA.
- 05
Setujui produksi, kemasan, dan pelabelan
Konfirmasikan format karung atau jumbo bag. Untuk kemasan eceran atau private label, konfirmasikan juga teks dan bahasa label yang diwajibkan di negara Anda. Setujui contoh cetak sebelum produksi.
- 06
Pemuatan dan dokumen pengapalan
Penjual memuat kontainer, pengangkut menerbitkan bill of lading, lalu satu set dokumen (commercial invoice, packing list, COA, sertifikat Halal, surat keterangan asal) dikirim sesuai syarat pembayaran.
- 07
Kepabeanan di negara tujuan
Importir mengajukan pemberitahuan impor dengan HS code yang benar, menyerahkan dokumen, lalu membayar bea dan pajak. Pembeli bertanggung jawab memeriksa izin impor setempat dan registrasi produk pangan sebelum barang tiba.
Siapa mengurus apa pada FOB, CFR, dan CIF
| Urusan | FOB | CFR | CIF |
|---|---|---|---|
| Kepabeanan ekspor di Indonesia | Penjual | Penjual | Penjual |
| Pengangkutan laut utama | Pembeli | Penjual | Penjual |
| Asuransi kargo | Pembeli | Pembeli (opsional) | Penjual (perlindungan minimum) |
| Risiko beralih ke pembeli | Saat barang di atas kapal, pelabuhan muat | Saat barang di atas kapal, pelabuhan muat | Saat barang di atas kapal, pelabuhan muat |
| Kepabeanan impor, bea, dan pajak | Pembeli | Pembeli | Pembeli |
Ringkasan berdasarkan aturan Incoterms 2020. Bunyi kontrak tetap yang berlaku; sepakati nilai pertanggungan asuransi dan biaya tambahan secara tertulis.
Dokumen yang perlu disepakati sebelum tanda tangan
Sertifikat analisis (COA) menunjukkan hasil uji batch yang dikirim. Pastikan parameter dan satuannya sama dengan yang tertulis di kontrak, misalnya NaCl dalam persen basis kering dan yodium sebagai KIO3 atau sebagai iodium. Sertifikat Halal relevan bila pembeli atau pengecer Anda mensyaratkannya; untuk produk kami, lembaga penerbit dan nomornya [menunggu data].
Surat keterangan asal menentukan apakah Anda bisa memakai tarif preferensi perjanjian dagang. Formulirnya berbeda per perjanjian: Form D untuk ATIGA di ASEAN, dan formulir tersendiri untuk perjanjian bilateral seperti CEPA Indonesia dan Uni Emirat Arab. Commercial invoice, packing list, dan bill of lading harus konsisten satu sama lain dalam berat, jumlah kemasan, dan uraian barang, karena perbedaan kecil pun dapat menahan barang di pelabuhan.
Kesalahan yang sering terjadi
Satuan iodisasi tidak cocok. SNI 3556:2016 menetapkan KIO3 minimal 30 mg/kg untuk garam konsumsi beryodium di Indonesia (sumber), setara sekitar 17,8 mg iodium/kg. Negara lain bisa menyatakan syaratnya sebagai iodium, bukan KIO3. Tuliskan kadar dan satuannya di kontrak.
HS code nasional berbeda. Enam digit pertama sama di seluruh dunia, tetapi pos tarif 8 sampai 10 digit berbeda antarnegara. Lihat HS code 2501.
Muatan kontainer dihitung tanpa forwarder. Muatan per kontainer bergantung pada format kemasan dan batas berat di jalur darat asal maupun tujuan. Hitung kebutuhan dengan kalkulator, lalu konfirmasikan muatannya ke forwarder.
Label dicetak sebelum aturan tujuan dicek. Bahasa, isi wajib, dan format label ditentukan aturan negara tujuan. Cetak ulang kemasan menambah waktu dan biaya.
Barang tiba sebelum izin siap. Bila izin impor atau registrasi pangan belum terbit saat kapal tiba, kontainer tertahan dan biaya penumpukan berjalan. Urus izin sejak tahap kontrak.