Memilih garam berdasarkan proses
Ukuran butir menentukan kecepatan larut dan cara garam bercampur. Kristal kasar (krosok) larut perlahan dan membentuk tumpukan berongga, sehingga cocok untuk penggaraman bertahap dan tangki brine. Garam halus dengan ukuran mesh tertentu larut cepat dan tersebar rata di antara bahan kering lain, sehingga dipakai di pabrik bumbu, bakeri dan pakan. Konversi mesh ke milimeter ada di halaman ukuran mesh.
Kemurnian menentukan seberapa banyak pengotor ikut masuk ke produk atau ke peralatan. Dalam deskripsi literatur industri garam Indonesia, K1 adalah grade paling putih dan bersih, K2 di bawahnya, dan K3 lebih rendah serta lebih kusam (literatur KKP). Nilai NaCl, kadar air dan bagian tak larut Ventura dipublikasikan per batch di COA, bukan diambil dari literatur. Penjelasan lengkap ada di halaman grade K1, K2, K3.
Iodisasi adalah persoalan regulasi, bukan selera. Beberapa negara mewajibkan garam untuk konsumsi beryodium, sementara proses industri seperti regenerasi resin atau pakan dengan premix mineral biasanya memakai garam non-yodium. Perbandingan standar yodium Indonesia, Malaysia dan WHO ada di halaman kadar yodium.
Pilihan umum per aplikasi
Klik nama aplikasi untuk penjelasan proses, atau nama produk untuk lembar spesifikasinya.
| Aplikasi | Pilihan umum | Alasan |
|---|---|---|
| Pengolahan ikan | Krosok K1, Krosok K2 | Kristal kasar larut bertahap saat menarik air dari daging ikan; K1 dipilih bila warna dan rasa produk akhir penting. |
| Makanan & bumbu | Halus mesh 20, halus yodium mesh 20, halus yodium mesh 26 | Butir halus tercampur rata dalam bumbu kering dan cepat larut dalam saus; yodium mengikuti aturan negara tujuan. |
| Roti & camilan | Halus mesh 20, halus yodium mesh 20, powder K100 | Garam halus cepat larut dalam adonan; powder menempel rata pada permukaan camilan. |
| Pakan ternak | Halus non-yodium mesh 20, Krosok K2 | Tanpa yodium agar kadar yodium ransum diatur lewat premix; K2 untuk blok jilat dan pemakaian curah. |
| Pengolahan air | Krosok K1, kemurnian sesuai spesifikasi alat | Bagian tak larut yang rendah mengurangi endapan di tangki brine; kristal kasar menjaga sirkulasi air. |
| Kimia, tekstil & kulit | Krosok K2, Krosok K3 atau sesuai spesifikasi | Garam dipakai sebagai bahan proses dalam volume besar; grade mengikuti spesifikasi bahan baku pabrik. |
Pilihan umum di industri. Konfirmasi selalu dengan spesifikasi bahan baku Anda dan hasil uji sampel.

Dari krosok ke garam halus
Garam laut dipanen dari petak penguapan sebagai kristal kasar. Dalam bentuk ini garam disebut krosok, atau gosrok di beberapa daerah. Garam halus dibuat dari krosok melalui pencucian, pengeringan, penggilingan dan pengayakan sampai ukuran mesh yang diminta. Garam beryodium mendapat tambahan KIO3 pada tahap pengolahan.
Karena itu satu jenis bahan baku dapat menghasilkan beberapa produk dengan fungsi berbeda. Lini non-yodium Ventura terdiri dari krosok K1, K2, K3 dan garam halus mesh 16, 18, 20; lini beryodium terdiri dari garam halus yodium mesh 16, 18, 20, 26 dan powder K100. Daftar lengkapnya ada di katalog produk.
Data yang membantu saat meminta penawaran
- Aplikasi dan proses, misalnya penggaraman kering ikan, campuran bumbu bubuk atau regenerasi softener.
- Grade atau mesh yang Anda pakai sekarang, dan batas spesifikasi dari QC atau produsen alat Anda.
- Kebutuhan yodium: beryodium atau non-yodium, dan standar negara tujuan bila produk diekspor.
- Kemasan: karung PP anyam 25 kg atau 50 kg, atau jumbo bag 1 ton. Format tersedia, konfirmasi per pesanan.
- Volume per bulan atau per pengiriman. Hitung dengan kalkulator kebutuhan garam bila belum tahu.
- Dokumen yang diperlukan, misalnya COA per batch dan sertifikat Halal.
Produk dan spesifikasi
- Katalog produk Semua SKU garam non-yodium, beryodium dan bahan kimia.
- Spesifikasi Grade, mesh dan kadar yodium dalam satu tempat.
- Grade K1, K2, K3 Perbedaan grade krosok menurut literatur.
- Ukuran mesh Tabel mesh ke milimeter.
- Kadar yodium SNI, Malaysia dan WHO.