Garam untuk pengolahan ikan: grade dan kemasan yang dipakai

Pengolah ikan umumnya memakai garam krosok K1 atau K2, karena kristal kasar larut bertahap saat menarik air dari daging ikan. Halaman ini menjelaskan alasannya dan hal yang perlu dicek sebelum membeli.

Peran garam dalam pengolahan ikan

Garam menarik air keluar dari jaringan ikan melalui osmosis dan menurunkan aktivitas air, sehingga pertumbuhan sebagian besar bakteri pembusuk melambat. Prinsip ini dipakai pada penggaraman kering, ketika ikan ditaburi atau ditumpuk berselang-seling dengan garam, dan pada penggaraman basah, ketika ikan direndam dalam larutan garam (brine). Ikan asin dibuat dengan menggarami ikan lalu menjemur atau mengeringkannya.

Pada produk fermentasi seperti kecap ikan dan terasi, garam dicampur dengan ikan atau udang dalam jumlah besar lalu didiamkan selama proses fermentasi. Kadar garam yang tinggi menekan mikroba pembusuk, sementara enzim dari bahan baku dan mikroba yang tahan garam membentuk rasa. Karena garam menjadi bagian besar dari produk akhir, kebersihan dan rasa garam ikut terbawa ke produk.

Ukuran kristal berpengaruh. Garam kasar larut lebih lambat sehingga garam masuk ke daging secara bertahap. Garam yang terlalu halus pada penggaraman kering dapat membuat permukaan ikan cepat mengeras sementara bagian dalam belum cukup asin. Kandungan kalsium dan magnesium yang tinggi pada garam berkualitas rendah dikenal memperlambat penetrasi garam dan dapat memberi rasa pahit, sehingga grade yang lebih bersih lebih aman untuk produk bernilai tinggi.

Rekomendasi produk

Pilihan umum untuk pengolahan ikan. Konfirmasi dengan spesifikasi dan hasil uji sampel Anda.

ProdukAlasan dipilihHalaman produk
Krosok K1 (non-yodium)Grade paling putih dan bersih dalam deskripsi literatur. Dipakai untuk ikan asin kering, ikan peda, kecap ikan dan produk yang dijual dengan standar tampilan.Garam Krosok K1
Krosok K2 (non-yodium)Untuk penggaraman dan brine volume besar, misalnya pengawetan sementara hasil tangkapan sebelum diolah, ketika tampilan garam tidak menentukan harga jual produk.Garam Krosok K2

Deskripsi grade mengikuti literatur umum industri garam Indonesia. Nilai NaCl, kadar air dan bagian tak larut Ventura dipublikasikan per batch di COA.

Pekerja menggaruk kristal garam di petak tambak

Kristal kasar dari tambak

Garam krosok adalah kristal garam laut yang dipanen dari petak penguapan dan belum digiling. Pengolah ikan sering menyebutnya garam kasar atau gosrok. Ukuran kristal yang tidak seragam cocok untuk penggaraman kering, karena kristal besar larut perlahan selama ikan ditumpuk.

Perbedaan K1, K2 dan K3 dijelaskan di halaman grade garam. Untuk pengolahan ikan, K3 jarang dipilih karena warnanya lebih kusam dan pengotornya dapat terbawa ke produk.

Pertimbangan pembelian

  • Yodium: krosok K1 dan K2 adalah garam non-yodium. Bila produk ikan dijual ke negara yang mewajibkan garam konsumsi beryodium, seperti Malaysia sejak 30 September 2020 (Kementerian Kesehatan Malaysia), periksa apakah aturan tersebut berlaku untuk garam bahan baku olahan Anda.
  • Kemasan: karung PP anyam 25 kg dan 50 kg, atau jumbo bag 1 ton untuk pemakaian curah di unit pengolahan. Format tersedia, konfirmasi per pesanan.
  • Dokumen: COA per batch dan sertifikat Halal (nomor sertifikat [menunggu data]). Untuk ekspor, dokumen lain mengikuti persyaratan negara tujuan, lihat halaman ekspor.
  • Penyimpanan: garam menyerap kelembapan udara. Simpan karung di atas palet dalam gudang tertutup, terpisah dari bahan berbau.
  • Volume: hitung kebutuhan bulanan dengan kalkulator kebutuhan garam memakai rasio garam dari resep Anda.

Sumber

  1. Kementerian Kesehatan Malaysia: Pengiodinan Garam Secara Universal
  2. Literatur KKP tentang mutu garam rakyat (deskripsi K1, K2, K3)

Pertanyaan pembeli

Garam apa yang dipakai untuk membuat ikan asin?

Ikan asin umumnya dibuat dengan garam krosok, yaitu garam laut kristal kasar yang belum digiling. K1 dipilih bila warna dan rasa produk akhir penting, K2 untuk volume besar. Takaran garam mengikuti resep dan jenis ikan Anda, jadi uji sampel dulu sebelum pesanan rutin.

Apakah garam krosok beryodium?

Tidak. Garam krosok K1, K2 dan K3 dari Ventura Sinergi adalah garam non-yodium. Jika Anda membutuhkan garam beryodium, pilihannya adalah garam halus yodium mesh 16, 18, 20, 26 atau powder K100. Pastikan pilihan Anda sesuai aturan iodisasi di negara tempat produk ikan dijual.

Bisakah saya meminta sampel sebelum memesan?

Bisa. Minta sampel melalui formulir penawaran dengan menyebutkan grade, kebutuhan per bulan dan proses yang Anda pakai. Sampel dikirim bersama COA batch yang bersangkutan, sehingga Anda dapat menguji penetrasi garam dan warna produk di unit pengolahan sendiri sebelum menyepakati spesifikasi.

Bicarakan kebutuhan garam Anda.

Mulai dari grade, volume, kemasan, dan tujuan pengiriman. Spesifikasi dan dokumen dikonfirmasi sebelum pesanan.

Minta penawaran