Cara garam bekerja di water softener
Water softener menurunkan kesadahan air dengan resin penukar kation. Ion kalsium dan magnesium dari air baku ditukar dengan ion natrium yang terikat di resin. Lama-kelamaan resin jenuh oleh kalsium dan magnesium dan perlu diregenerasi: larutan garam pekat dialirkan melalui resin, natrium menggantikan kalsium dan magnesium, lalu air bilasan dibuang.
Brine dibuat di tangki garam, tempat garam padat larut perlahan dalam air. Bagian garam yang tidak larut, seperti pasir atau lumpur halus, tertinggal di dasar tangki dan lama-kelamaan perlu dibersihkan. Garam dengan bagian tak larut rendah memperpanjang interval pembersihan dan mengurangi risiko kotoran terbawa ke injektor dan katup.
Ukuran kristal juga berpengaruh. Kristal kasar membentuk tumpukan berongga sehingga air bersirkulasi di antaranya. Garam yang sangat halus cenderung memadat menjadi lumpur garam di dasar tangki atau membentuk kerak di atas permukaan air, sehingga brine tidak jenuh dan regenerasi kurang efektif. Karena itu krosok lebih sering dipakai daripada garam halus untuk tangki brine.
Rekomendasi produk
Pilihan umum untuk regenerasi softener. Konfirmasi dengan spesifikasi produsen alat Anda.
| Produk | Alasan dipilih | Halaman produk |
|---|---|---|
| Krosok K1 (non-yodium) | Grade paling putih dan bersih menurut deskripsi literatur; bagian tak larut lebih rendah berarti lebih sedikit endapan di tangki brine. Kristal kasar menjaga sirkulasi air. Cocokkan nilai COA dengan batas dari produsen alat Anda. | Garam Krosok K1 |
Pilihan umum; kemurnian harus sesuai spesifikasi alat. Nilai NaCl dan bagian tak larut per batch tercantum di COA.
Bahan kimia untuk tahap pengolahan air lain
Garam hanya dipakai untuk regenerasi softener. Tahap lain memakai bahan kimia berbeda, yang juga dipasok Ventura.
| Bahan | Fungsi umum di pengolahan air | Halaman produk |
|---|---|---|
| PAC (Poly Aluminium Chloride) | Koagulan pada pengolahan air minum dan air limbah, untuk menggumpalkan partikel halus sebelum pengendapan dan filtrasi. Tahap ini terjadi sebelum air masuk softener. | PAC |
| Asam klorida (HCl) | Regenerasi resin penukar kation asam kuat pada sistem demineralisasi, dan pengaturan pH. HCl tidak dipakai untuk meregenerasi water softener biasa. | Asam Klorida |
| Soda kaustik (NaOH) | Pengaturan pH, dan regenerasi resin penukar anion pada sistem demineralisasi. | Soda Kaustik |
Spesifikasi, TDS dan MSDS atas permintaan. NaOH dan HCl bersifat korosif; tangani sesuai SDS dan aturan bahan berbahaya setempat.

Kristal krosok untuk tangki brine
Garam krosok adalah kristal garam laut yang dipanen dari petak penguapan dan tidak digiling. Ukurannya yang besar membuat tumpukan di tangki brine tetap berongga, berbeda dengan garam halus yang mudah memadat.
Perbedaan grade K1, K2 dan K3 dijelaskan di halaman grade garam. Untuk softener, K2 atau K3 hanya layak dipertimbangkan bila spesifikasi alat Anda mengizinkan bagian tak larut yang lebih tinggi.
Pertimbangan pembelian
- Spesifikasi alat: minta batas kemurnian dari produsen softener atau resin Anda, misalnya NaCl minimum dan bagian tak larut maksimum, lalu cocokkan dengan COA batch [COA].
- Yodium: garam regenerasi tidak perlu beryodium, dan krosok K1 adalah garam non-yodium. Kewajiban iodisasi seperti di Malaysia sejak 30 September 2020 (Kementerian Kesehatan Malaysia) ditujukan untuk garam konsumsi; bila diekspor, konfirmasi klasifikasi impornya dengan importir.
- Kemasan: karung 25 kg lebih mudah dituang ke tangki brine kecil dan menengah; karung 50 kg dan jumbo bag 1 ton untuk instalasi industri. Format tersedia, konfirmasi per pesanan.
- Dokumen: COA per batch untuk garam; SDS/MSDS dikirim bersama bahan kimia. Sertifikat Halal tersedia bila diperlukan pembeli.
- Penanganan bahan kimia: HCl dan NaOH korosif terhadap kulit dan mata. Ikuti SDS dan aturan bahan berbahaya setempat saat menyimpan dan memakai.
Halaman terkait
- Bahan kimia NaOH, HCl dan PAC.
- Grade K1, K2, K3 Perbedaan grade krosok.
- Semua aplikasi Pilihan umum untuk enam industri.