Peran garam di industri kimia, tekstil dan kulit
Di industri kimia, natrium klorida dipakai sebagai bahan baku atau bahan pembantu proses, misalnya untuk membuat brine, sebagai bahan pengisi, atau untuk mengendapkan produk dari larutan (salting out). Pada proses yang sensitif, seperti elektrolisis brine di industri klor-alkali, kalsium, magnesium dan sulfat harus dihilangkan sebelum brine masuk ke sel, sehingga spesifikasi garam mengikuti kemampuan sistem pemurnian brine pabrik.
Pada pewarnaan serat selulosa seperti katun dengan zat warna reaktif atau direk, garam ditambahkan ke larutan celup sebagai elektrolit. Garam menekan muatan negatif di permukaan serat sehingga lebih banyak zat warna terserap. Karena garam dilarutkan, bagian tak larut dan kandungan besi dapat memengaruhi hasil warna pada kain berwarna muda, sehingga pabrik biasanya memeriksa COA sebelum menerima batch.
Di industri kulit, garam dipakai untuk mengawetkan kulit mentah (curing) setelah penyembelihan: kulit ditaburi garam atau direndam brine agar air tertarik keluar dan bakteri pembusuk terhambat selama penyimpanan dan pengiriman ke penyamakan. Garam juga dipakai bersama asam pada tahap pickling sebelum penyamakan, untuk mencegah kulit mengembang.
Rekomendasi produk
Pilihan umum untuk industri kimia, tekstil dan kulit. Konfirmasi dengan spesifikasi proses Anda.
| Produk | Alasan dipilih | Halaman produk |
|---|---|---|
| Krosok K2 (non-yodium) | Untuk pengawetan kulit mentah, larutan celup tekstil dan brine proses yang tidak membutuhkan kemurnian tertinggi. | Garam Krosok K2 |
| Krosok K3 (non-yodium) | Untuk pemakaian volume besar yang tidak sensitif terhadap warna dan pengotor, misalnya penggaraman kulit mentah, bila spesifikasi Anda mengizinkan. | Garam Krosok K3 |
| Krosok K1 (non-yodium) | Bila spesifikasi proses menuntut NaCl lebih tinggi atau bagian tak larut lebih rendah, misalnya untuk pewarnaan kain berwarna muda. | Garam Krosok K1 |
Deskripsi grade mengikuti literatur umum (KKP). Nilai NaCl, kadar air dan bagian tak larut Ventura dipublikasikan per batch di COA.

Pasokan rutin untuk pabrik
Pemakai industri biasanya membeli garam secara rutin dalam jumbo bag 1 ton atau karung 50 kg; karung 25 kg juga tersedia. Format tersedia, konfirmasi per pesanan. Kapasitas pasok bulanan Ventura [menunggu data].
Selain garam, Ventura memasok bahan kimia industri: soda kaustik (NaOH) untuk proses tekstil dan manufaktur kimia, asam klorida (HCl) untuk pengaturan pH dan pickling baja, serta PAC sebagai koagulan pengolahan air limbah. Spesifikasi, TDS dan MSDS atas permintaan.
Pertimbangan pembelian
- Spesifikasi proses: siapkan batas NaCl minimum, bagian tak larut, kalsium, magnesium, besi dan ukuran butir yang Anda butuhkan, lalu cocokkan dengan COA batch [COA].
- Yodium: krosok K1, K2 dan K3 adalah garam non-yodium. Kewajiban iodisasi seperti di Malaysia sejak 30 September 2020 (Kementerian Kesehatan Malaysia) ditujukan untuk garam konsumsi; untuk ekspor garam industri, pastikan importir mengklasifikasikan pesanan sesuai penggunaannya.
- Klasifikasi HS: garam termasuk pos HS 2501 (sumber). Penjelasan sub-pos ada di halaman HS code 2501.
- Kemasan: karung PP anyam 25 kg dan 50 kg, atau jumbo bag 1 ton. Format tersedia, konfirmasi per pesanan.
- Dokumen: COA per batch; sertifikat Halal tersedia bila diperlukan pembeli (nomor sertifikat [menunggu data]).
Halaman terkait
- Grade K1, K2, K3 Perbedaan grade krosok.
- Bahan kimia NaOH, HCl dan PAC.
- HS code 2501 Klasifikasi garam untuk ekspor.
- Semua aplikasi Pilihan umum untuk enam industri.