Asal sebutan K1, K2, dan K3
Garam rakyat di Indonesia umumnya dibuat dengan menguapkan air laut di petak-petak tambak memakai panas matahari, lalu kristal yang terbentuk dipanen dengan digaruk. Pengepul dan pedagang memilah hasil panen berdasarkan warna dan kebersihan, dan pemilahan itu menjadi dasar harga. Dari praktik inilah muncul sebutan K1, K2, dan K3.
K1 adalah kelas tertinggi: kristal putih, bersih, dan kadar NaCl paling tinggi. K2 sedikit di bawahnya. K3 adalah kelas terendah, dengan warna lebih kusam dan kotoran lebih banyak. Rentang angka untuk tiap kelas berbeda antar sumber dan antar daerah, sehingga nama grade sebaiknya tidak dipakai sebagai satu-satunya spesifikasi pembelian.
Krosok dan gosrok: dua nama untuk garam kasar
“Krosok” adalah sebutan untuk garam kasar hasil tambak berupa kristal utuh yang belum digiling menjadi garam halus. “Gosrok” dipakai sebagai sinonim oleh sebagian pedagang dan di sebagian daerah; keduanya merujuk ke jenis garam yang sama. Di katalog Ventura, garam krosok tersedia dalam grade K1, K2, dan K3, semuanya di lini garam non-yodium.
Untuk garam halus, pembeli biasanya menyebut ukuran butir, bukan grade K. Penjelasannya ada di artikel ukuran mesh garam.

Hubungan grade dengan pencucian dan pengolahan
Mutu krosok sudah ditentukan sejak di tambak. Kebersihan dasar petak, kepekatan air tua saat kristal terbentuk, dan cara panen memengaruhi seberapa banyak lumpur, pasir, serta senyawa magnesium dan kalsium yang ikut terbawa ke dalam garam.
Setelah panen, garam dapat dicuci dengan larutan garam jenuh untuk melepas kotoran yang menempel di permukaan kristal, lalu ditiriskan atau dikeringkan. Pencucian dapat menaikkan kadar NaCl dan memperbaiki warna, tetapi hasilnya tetap bergantung pada mutu bahan awal. Untuk garam konsumsi, krosok biasanya diolah lebih lanjut, termasuk penggilingan, pengayakan, dan iodisasi, sebelum diuji terhadap standar seperti SNI 3556:2016 yang mensyaratkan NaCl minimal 94% basis kering (UNNES IJCS).
Perbandingan grade K1, K2, dan K3
Kolom NaCl dan ciri fisik adalah deskripsi umum industri dari literatur. Nilai Ventura diterbitkan per batch di COA.
| Grade | NaCl menurut literatur | Ciri fisik umum | Penggunaan yang lazim | COA Ventura |
|---|---|---|---|---|
| K1 | ≥ 94% | Putih dan bersih | Pengasinan ikan, regenerasi pelunak air, bahan baku garam olahan | [COA] |
| K2 | ± 90–94% | Di antara K1 dan K3 | Pengasinan ikan, industri kimia, tekstil, dan kulit | [COA] |
| K3 | Di bawah K2 | Lebih abu-abu atau kusam, kotoran lebih banyak | Penggunaan industri yang toleran terhadap kotoran, sesuai spesifikasi | [COA] |
Sumber literatur: jurnal Balitbang KKP. Kolom penggunaan adalah pemilihan yang lazim; pastikan dengan spesifikasi Anda.
Grade mana untuk aplikasi apa
Pemilihan berikut lazim di pasar; pastikan dengan spesifikasi proses Anda.
- Pengasinan dan pengolahan ikan: K1 atau K2. Kotoran yang lebih sedikit mengurangi noda pada ikan, dan kadar magnesium yang lebih rendah mengurangi rasa pahit. Lihat pengolahan ikan.
- Regenerasi resin pelunak air: K1. Bagian tak larut dapat mengendap di tangki brine dan menyumbat saluran, jadi kemurnian lebih penting daripada selisih harga. Lihat pengolahan air.
- Industri kimia, tekstil, dan penyamakan kulit: K2 atau K3, atau sesuai spesifikasi proses. Lihat kimia, tekstil, dan kulit.
- Pangan olahan yang tunduk pada standar garam konsumsi: krosok menjadi bahan baku yang dimurnikan dan diberi yodium lebih dulu. Untuk produk jadi, lihat garam beryodium.
Mengapa COA lebih penting daripada nama grade
Dua karung berlabel K1 dari pemasok berbeda bisa memiliki kadar NaCl, kadar air, dan bagian tak larut yang berbeda. Hasil panen juga berubah mengikuti cuaca dan musim. Sertifikat analisis (COA) per batch adalah dokumen yang menunjukkan mutu lot yang benar-benar Anda terima.
COA garam biasanya memuat kadar NaCl basis kering, kadar air, dan bagian tak larut; untuk garam konsumsi juga KIO3 dan logam berat. Bandingkan COA dengan batas di kontrak saat barang datang, dan simpan contoh dari setiap lot. Informasi dokumen mutu Ventura ada di halaman kualitas dan Halal.
Yang perlu ditulis di permintaan penawaran
- Grade yang diminta (K1, K2, atau K3) beserta batas angka: NaCl minimum basis kering, kadar air maksimum, dan bagian tak larut maksimum.
- Ukuran kristal, bila penting untuk proses Anda, ditulis sebagai rentang dalam mm.
- Kemasan: karung 25 kg, karung 50 kg, atau jumbo bag 1 ton (format tersedia, konfirmasi per pesanan).
- Volume per bulan atau per pengiriman, jadwal, serta kota atau pelabuhan tujuan.
- Dokumen yang dibutuhkan: COA per batch, sertifikat Halal, dan dokumen ekspor bila berlaku.
Ringkasan grade dalam satu tabel juga tersedia di halaman grade K1, K2, K3. Kirim spesifikasi Anda lewat formulir permintaan penawaran, atau bandingkan dulu dengan produk garam non-yodium lainnya.